Pertemuan Teater 1985, yang digelar pada 5–9 Maret, mengusung tema “Menggali Nilai-Nilai Tradisional untuk Perkembangan Teater Modern”. Buku ini disusun dari pertemuan tersebut dan diterbitkan ulang—dengan penyuntingan baru—bersama buku yang dihasilkan Pertemuan Teater 1980. Penerbitan ulang ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keberlangsungan pengetahuan teater Indonesia, baik sebagai dokumen sejarah maupun sebagai bahan refleksi kritis bagi praktik teater hari ini. Lebih dari empat dekade setelah pertama kali terbit, kedua buku kembali hadir bukan sebagai artefak masa lalu, melainkan sebagai teks aktif yang terus memberi rujukan, memancing perdebatan, dan memperluas pemahaman kita tentang dinamika teater modern Indonesia.
Menengok Tradisi, Sebuah Alternatif bagi Teater Modern: Pertemuan Teater 1985
Penulis: Asrul Sani, Satyagraha Hoerip, Chairul Harun, Wiratmo Soekito, Saini K.M., Arswendo Atmowiloto, Aspar, Uki Bayu Sedjati, Arifin C. Noer, Wahyu Sihombing, Putu Wijaya, Noorca M. Massardi, Sandy Tyas, Umar Kayam, Sardono W. Kusumo, Mursal Esten, Hamid Jabbar, A. Kasim Achmad, Roedjito, Soemantri Sastrosuwondo
Penyunting: Tuti Indra Malaon, Afrizal Malna, Bambang Dwi
Kalabuku, Februari 2026
xxvi + 305 hlm.; 14 cm x 20,5 cm
ISBN: ...
...
Penyunting: Tuti Indra Malaon, Afrizal Malna, Bambang Dwi
Kalabuku, Februari 2026
xxvi + 305 hlm.; 14 cm x 20,5 cm
ISBN: ...
...

















